KANGEN

Aku k a n g e n kamu
tapi aku kehabisan kata
cuma k a n g e n

tahun, segera berlalu

sumpah mati
aku terperangah
terakhir kali aku menyapamu di awal tahun
tiba-tiba saja hari ini tahun berakhir
kusia-siakankah engkau setahun penuh?
telah pudarkah cinta yang sekian lamu aku jaga?
tidak!
aku hanya bingung untuk mencintamu dengan cara tak biasa
tahun segera berlalu
percayalah aku masih seperti yang dulu
dan
selalu begitu

tahun, baru saja lewat

tahun baru
sekian kalinya lewat begitu saja tanpa begadang
aku tak menyesal
bahkan aku merasa jadi dewasa
tahun baru
pun tak pernah sekalipun kulewati bersamamu
Yang aku tahu cuma dua jam tiga puluh tiga menit lewat beberapa detik sebelum malam pergantian tahun. kau sedang mendengarkan lantunan lirik yang sudah diulang keseribuan kali dalam satu minggu
Sayangnya
aku tak tahu lagu apa yang mampu membuatmu begitu terpaku

kamu di tangga ke seribu

tangga

kutahu
mengejarmu
bukanlah kemustahilan
hanya
lagi-lagi aku risih
setiap aku melangkah
aku meniti anak tangga
yang sama
dan selalu kembali
di tempat semula
berulang sudah
tanpa bosan
hasilnya serupa saja
agaknya kamu benar
seperti katamu
aku tidak bersikukuh dengan sungguh
lalu
kalau begitu
masih berhak-kah aku cemburu
lagi-lagi
jawabnya
cuma kucari
lewat menghitung-hitung anak tangga yang sama
tapi asyik juga
di setiap hitungan seribu
kutulis namamu
arrrrgh aku rindu

karena hati aku berhati-hati

karena punya hati kucintai kau lewat sembunyi
karena punya hati kupuja engkau lewat mimpi
tak tersentuh memang
kau tak pernah kumiliki
ragamu entah dimana
tapi karena punya hati pulalah kau ada dimana-mana
di setiap langkah kemanapun kaki pergi
dan karena punya hati pulalah aku kerap ragu
kenapa aku mengabaikan hatimu
maaf, aku terlalu berhati-hati untuk mengerti
kau juga punya hati

malam minggu

malam mimggu
seperti yg lalu lalu
menunggumu
cuma itu yg aku mampu
kamu?

“Will I erase all?”

aku suka siapapun
yang membiarkan dirinya menjadi makhluk yang bertanya-tanya
namun saat kau pertanyakan “itu”
aku sungguh kehabisan kata-kata
bisakah kau tunda barang sejenak?